Categories

3 Tips Membeli Rumah di Perumahan Menjadi Investasi Yang Menguntungkan

Jika Anda ingin investasi properti dengan beli rumah di perumahan, pastinya akan banyak sekali rumah yang ditawarkan, baik oleh developer perumahan, broker, maupun oleh orang yang ingin menjual rumahnya. Hal tersebut pasti seringkali membuat Anda kebingungan bukan? Namun Anda juga harus tetap waspada agar tidak tertipu oleh developer nakal. Bukan tidak mungkin jika spesifikasi rumah yang ditawarkan ternyata tidak sesuai dengan kondisinya. Untuk itu, berikut kami berikan beberapa tips membeli rumah di perumahan.

Lihat Siapa Developernya

Saat Anda membeli rumah di perumahan, maka biasanya Anda akan menyerahan tanda jadi atau booking fee kepada developer sebagai tanda bahwa Anda memberikan kepercayaan pada developer tersebut untuk memberikan pelayanan terbaik mereka terhadap Anda. Namun tidak semua developer bisa dipercaya. Untuk itu, Anda perlu mencari tahu apakah developer yang bersangkutan dapat tepat waktu dalam membangun dan menyerahkan produknya dalam proyek sebelumnya. Sebaiknya cek juga track record mereka, apakah baik atau tidak. Hal ini untuk menghindari memilih developer yang wanprestasi, yaitu developer yang lalai dalam menepati janji penyelesaian pembangunan rumah.

Lihat Tema dan Masterplan Proyek Perumahan

Identitas proyek perumahan dapat dilihat dari visualisasi tema dan masterplannya yang digambarkan melalui brosur. Apabila tema dan masterplannya adalah taman, maka di lokasinya tentu tidak akan dibangun kawasan industri. Kawasan industri seringkali menimbulkan bising, namun peluang bisnisnya besar. Jadi jika Anda tidak menyukai lingkungan yang bising, pastikan Anda memilih proyek perumahan yang tidak dibangun kawasan industri.

Lihat Apakah Developer Menjalankan Divisi Manajemen Estate (ME)

Anda juga perlu mencari tahu informasi rencana jangka panjang developer terhadap kawasan yang sedang dikembangkan tersebut. Karena selain kondisi fisik bangunan, lingkungan perumahan juga bisa mempengaruhi nilai jual perumahan di kemudian hari. Oleh sebab itu, developer perlu melakukan upaya agar nilai perumahan tidak turun. Maka dalam hal ini, Anda perlu melihat seberapa bagus kerja divisi Manajemen Estate dalam mengelola masalah-masalah seperti sampah, fasilitas perumahan, serta asosiasi pemilik.

Jadi seperti itu itulah tips membeli rumah di perumahan. Semoga Anda bisa memilih komplek perumahan yang baik. Semoga bermanfaat.

Sumber : YBP

Perhatikan 8 Tips Renovasi Rumah Hemat Biaya Ini Untuk Mengamankan Keuangan Anda

Renovasi rumah terkadang kita lakukan sebagai upaya perbaikan dan perawatan terhadap rumah agar tetap dalam kondisi baik dan bagus. Terkadang pula sebagai upaya penyesuaian terhadap kebutuhan yang ada saat ini. Bisa jadi Anda memerlukan biaya renovasi rumah yang cukup banyak, terutama jika Anda tidak membuat perencaan yang baik sehingga bisa mengganggu kondisi keuangan Anda. Ada beberapa tips renovasi rumah murah yang bisa bermanfaat ketika Anda berencana merenovasi rumah Anda.

Manfaatkan Bahan Bangunan Rumah yang Masih Bisa Digunakan

Bahan material yang diperlukan untuk membangun rumah tidak perlu Anda membeli semuanya. Manfaatkan bahan bangunan rumah yang tidak terpakai untuk menghemat biaya renovasi rumah Anda Poles ulang yang terlihat kurang menarik.

Jasa Bangun Rumah Yang Direkomendasikan

Jangan sungkan bertanya kepada saudara, teman, tetangga yang pernah atau sedang menggunakan jasa tukang bangunan. Atau ketika saat Anda dalam perjalanan melihat pekerjaan pembangunan atau renovasi rumah, temui pemilik rumah dan bertanyalah. Terkadang tukang bangunan asal daerah tertentu secara umum memiliki karakter dan etos kerja yang lebih bagus dibandingkan daerah lainnya.

Menentukan Bahan Bangunan Yang Akan Digunakan

Seringnya material bahan bangunan berpengaruh terhadap hasil renovasi. Bahan material bangunan yang murah terkadang menyebabkan biaya yang besar di kemudian hari. Anda perlu survei dan bertanya kepada tukang renovasi rumah Anda. Toko bahan bangunan sering menjual material kualitas bagus dengan harga murah karena barang retur. Seperti keramik yang tidak genap 1 dus bisa dijual jauh di bawah harga normal. Tinggal sesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Kebutuhan Renovasi

Sebelum memutuskan renovasi, tentunya Anda sudah menginventaris kebutuhan Anda dan keluarga. Apakah renovasi sebagian atau renovasi total, prioritaskan pada kebutuhan utama Anda. Saat dana Anda terbatas dan kebutuhan utama sudah terpenuhi, pernik – pernik lainnya bisa menyusul.

Perhatikan Agenda Pekerjaan Renovasi

Harga material bahan bangunan sering terpengaruh dengan kondisi – kondisi tertentu yang menyebabkan ekonomi tidak stabil yang mengakibatkan biaya renovasi rumah membengkak. Di satu sisi, ada saat – saat yang menguntungkan Anda. Pada saat akhir tahun banyak toko bahan material bangunan memberikan diskon untuk mengejar tutup buku.

Disiplin Terhadap Rencana Anggaran Biaya Bangunan

Ketika renovasi berjalan, sekilas tampak rumput tetangga lebih hijau… padahal sintetis,hehe. Sebaiknya anda tetap fokus pada rencana anggaran biaya rumah Anda dan pengeluaran yang tidak terduga. Pada kondisi tertentu, renovasi lebih sulit dibandingkan dengan membangun rumah mulai dari awal.

Skema Pembayaran

Jika Anda telah memiliki rencana renovasi yang jelas, terlebih lagi mempunyai rencana anggaran biaya bangunan dan desain renovasi rumah, Anda bisa memilih jasa bangun rumah borongan. Anda sudah mempunyai patokan biayanya. Tetapi jika rencana disusun sambil renovasi berjalan, lebih baik menggunakan jasa tukang bangunan harian. Pada saat tertentu, Anda perlu berhenti untuk rehat atau evaluasi target Anda.

Belanja Bahan Bangunan Rumah Sendiri

Akan menyita banyak waktu Anda, tetapi akan menghemat biaya renovasi rumah dan merupakan pengalaman tersendiri. Bertanyalah kepada orang – orang, terutama kepada tukang renovasi rumah. Mintalah rekomendasi toko material bahan bangunan rumah. Marketing material bahan bangunan akan terbuka menjawab semua pertanyaan Anda.

Demikianlah tips renovasi rumah murah, semoga bermanfaat dalam perancangan biaya renovasi rumah Anda.

3 Keuntungan Investasi Properti Dengan Cara Mengikuti Aturan Pemerintah

Mengikuti Aturan Untuk Mendapatkan Laba Maksimal Investasi Properti

Anda perlu membaca dan memahami aturan, regulasi dan undang – undang yang mengatur penggunaan properti dengan tujuan untuk mencari celah sehingga anda terhindar dari kerugian dan mendapatkan keuntungan investasi yang maksimal.

Untuk mendapatkan keuntungan dari properti secara maksimal ada beberapa cara, yaitu anda bisa mengikuti peraturan yang ada, anda merubah aturan jika mampu atau anda temukan pengecualian yang sah menurut hukum.

Terlalu banyak orang yang mencemooh aturan pemerintah. Kenyataannya, aturan-aturan pemerintah inilah yang berlaku ketika orang-orang tersebut melakukan transaksi propertinya. Orang-orang yang tidak puas ini tidak mencari informasi yang detil terlebih dahulu sebelum melakukan investasi.

Anda perlu mempelajari aturan pemerintah, developer atau manajemen properti dan aturan yang berkaitan dengan kontrak perjanjian yang mengatur properti anda. Dengan pengetahuan anda, anda akan mendapatkan keuntungan dari peluang yang tidak dilihat oleh orang lain dan anda dapat menghindari keruwetan yang menjerat orang lain.

Jika anda tidak memahami aturan, anda akan melakukan kesalahan-kesalahan :

1. Kehilangan Keuntungan

Tujuan anda ketika akan merenovasi, mengelola, menyewa atau menjual properti anda adalah memperoleh manfaat dan keuntungan sesuai yang anda harapkan. Namun, tanpa pengetahuan yang detil berdasar aturan yang ada mengenai apa yang “boleh/tidak boleh” terhadap rencana anda, anda dapat kehilangan keuntungan yang ingin anda capai. Ada kemungkinan rencana renovasi atau penggunaan properti anda bertentangan dengan undang – undang yang berlaku saat itu.

Contohnya, saat saya mendapatkan tawaran lahan murah di Kota Jogja yang rencananya akan saya pecah menjadi beberapa kavling siap bangun. Menurut seorang teman, manajer produksi sebuah developer di daerah Sleman, saya harus mendirikan PT dan ijin developer. Karena belum siap, saya pun mundur. Beberapa waktu berlalu, saya baru tahu bahwa aturan tersebut belum berlaku untuk wilayah Kota Jogja saat itu.

2. Kesalahan Membeli

Sebelum membeli, anda perlu pelajari apakah properti tersebut dibangun sesuai dengan aturan yang berlaku. Jika tidak, pemerintah atau pembuat aturan mungkin akan mengharuskan anda melakukan renovasi besar yang berbiaya tinggi agar properti anda sesuai dengan aturan. Bahkan mungkin anda harus merobohkannya.

Seperti pengalaman saya ketika berburu lahan untuk kavling siap bangun di tepi sungai, Lahan tersebut hanya berjarak 1-2 meter dari Kali Code, Jogja. Aturan Garis Sempadan Sungai mengharuskan jarak bangunan dengan tepi sungai minimal 15 meter. Sisa lahan yang ada setelah dikurangi Garis Sempadan Sungai tidak layak untuk dikembangkan menjadi kavling siap bangun. Alhamdulillah saya belum jadi membelinya, kalo tidak, bisa nombok.

3. Kesalahan Peruntukkan atau Fungsi

Peraturan pemanfaatan dan peruntukkan lahan atau tata kota menciptakan pembagian zona wilayah seperti zona pertanian, zona pemukiman, zona industri dan sebagainya.

Terkadang kita menemukan penawaran tanah atau rumah murah di area persawahan yang sejuk, hanya saja karena daerah tersebut termasuk zona pertanian sehingga akan sulit untuk mengurus perijinannya. Atau kita bisa melihat kasus pembangunan vila-vila di kawasan Puncak, Bogor yang notabene sebagai daerah resapan air.

Mungkin sebatas ini dulu yang bisa kita bahas. Semoga bisa memotivasi kita untuk lebih berhati – hati sebelum berinvestasi properti dengan memperhatikan peraturan yang ada demi memperoleh keuntungan investasi yang maksimal. Silakan jika ada yang ingin berbagi pengalaman.