Categories

Mau Menggabungkan 2 Bidang Tanah yang Bersebelahan? Begini Cara Membuat Sertifikat Tanah Dan Syaratnya

Ketika Anda membeli sebuah tanah yang bersebelahan, maka Anda bisa menggabungkan sertifikatnya. Lalu, bagaimana caranya? Berikut cara membuat sertifikat digabungkan dari dua bidang tanah yang bersebelahan.

Mendaftarkan Perubahan

Pertama, ketika luas tanah berubah, baik itu bertambah maupun berkurang, maka wajib dilakukan pemeliharaan data pendaftaran tanah. Proses ini wajib dilakukan oleh pemegang hak yang bersangkutan. Apa yang dimaksud dengan pemeliharaan data pendaftaran tanah? Yaitu merupakan kegiatan pendaftaran tanah untuk menyesuaikan data fisik dan data yuridis dalam peta pendaftaran, daftar tanah, daftar nama, surat ukur, buku tanah, dan sertifikat dengan perubahan-perubahan yang terjadi kemudian. Pengubahan data fisik tanah ini perlu dilakukan apabila ada pemisahan, pemecahan, atau penggabungan bidang-bidang tanah yang sebelumnya sudah terdaftar.

Penggabungan Tanah

Kedua, ketika tanah bertambah luas dan sertifikat lama akan digabungkan dengan sertifikat baru, maka perlu dilakukan penggabungan bidang tanah. Tanah yang digabungkan menjadi satu sertifikat ini letaknya harus berbatasan atau bersebelahan dan harus terdaftar dengan nama pemilik yang sama. Dalam proses penggabungan tanah ini akan dibuatkan surat ukur, buku tanah, dan sertifikat dengan menghapus surat ukur, buku tanah, dan sertifikat yang sebelumnya sudah ada.

Syarat Penggabungan Tanah

Tentunya ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi ketika akan menggabungkan sebidang tanah yang baru dibeli dengan tanah yang sudah dimiliki sebelumnya. Persyaratan tersebut selanjutnya perlu digunakan untuk diajukan ke Kantor Pertanahan. Adapun syarat mengurus sertifikat tanah dengan penggabungan dua bidang tanah adalah sebagai berikut:

  1. Formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasanya di atas materai cukup;
  2. Surat kuasa apabila dikuasakan;
  3. Fotokopi identitas pemohon (Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga) yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket;
  4. Sertifikat asli.

Selanjutnya, formulir permohonan sendiri harus memuat:

  1. Identitas diri;
  2. Luas, letak, dan penggunaan tanah yang dimohon;
  3. Pernyataan tanah tidak dalam sengketa;
  4. Pernyataan tanah dikuasai secara fisik;
  5. Alasan penggabungan.

Jika berkas tersebut sudah diajukan, lalu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memprosesnya? Perlu Anda ketahui bahwa proses penggabungan sertifikat ini akan memakan waktu selama 15 hari untuk proses penggabungan hingga 5 bidang tanah. Jika penggabungan yang diajukan lebih dari 5 bidang tanah, maka prosesnya pun akan menyesuaikan kembali.

Pengukuran tanah akan dilakukan oleh pihak Badan Pertanahan jika:

  1. Sertifikat belum dilengkapi gambar situasi;
  2. Terjadi perubahan tanda batas.

Itulah cara menggabungkan sertifikat tanah jika beli tanah bersebelahan. Semoga bermanfaat.

sumber : yukbisnisproperti

Jelang Asian Games Harga Properti di Palembang akan Melonjak 15%

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan saat ini tengah sibuk berbenah diri untuk menyambut gelaran akbar Asian Games. Ya, event olahraga antar negara di kawasan Asia ini dijadwalkan akan dilangsungkan di Palembang yang terkenal dengan Sungai Musi-nya dan Jakarta Agustus 2018 mendatang.

Guna menyukseskan acara, Pemprov Sumsel rela menggelontorkan dana sebesar Rp 64 triliun untuk membangun infrastruktur jalan tol Palembang-Indralaya, jembatan Musi IV, jembatan Musi VI hingga Light Rail Transit (LRT).

Selain pembangunan infrastruktur, diperkirakan acara yang diadakan setiap empat tahun sekali tersebut juga dapat memberikan angin segar terhadap industri properti. Menurut Ali Tranghanda Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW), ajang Asian Games diperkirakan akan mendongkrak harga jual properti di Palembang.

“Berkaca kepada pelaksanaan Sea Games di Palembang tahun 2011 lalu, saat itu harga properti di sana melonjak naik, apalagi di event lebih sebesar seperti Asian Games ini,” kata Ali.

Ali memperkirakan menjelang pelaksanaan acara harga properti naik di sana akan mencapai 10% hingga 15% tergantung dari jenis propertinya. Sekedar catatan, berdasarkan informasi dari portal properti global Lamudi  harga lahan di Palembang rata-rata berkisar Rp 5 juta hingga Rp 15 juta per meter persegi, sedangkan untuk kawasan yang relatif murah harganya rata-rata Rp 500 ribu hingga Rp 5 juta per meter.

“Namun yang akan terasa dampaknya adalah sektor hotel dan komersial, kedua jenis properti ini akan mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan,” kata Ali.

Ali mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat mengapa harga properti akan melonjak naik menjelang pelaksanaan Asian Games Palembang, salah satunya karena adanya lonjakan pendatang yang akan masuk ke Palembang.

“Selain itu, faktor pembangunan infrastruktur yang saat ini sedang digalakkan juga dapat memicu peningkatan harga properti di sana ini,” ujar Ali.

Apakah Anda akan mengambil kesempatan investasi properti menguntungkan ini?

Sumber : YBP