Categories

Cara Membuat Sertifikat Tanah Dari Penggabungan Dua Bidang Tanah yang Bersebelahan

Ketika Anda membeli sebuah tanah yang bersebelahan, maka Anda bisa menggabungkan sertifikatnya. Lalu, bagaimana caranya? Berikut cara membuat sertifikat digabungkan dari dua bidang tanah yang bersebelahan.

  1. Mendaftarkan Perubahan

Pertama, ketika luas tanah berubah, baik itu bertambah maupun berkurang, maka wajib dilakukan pemeliharaan data pendaftaran tanah. Proses ini wajib dilakukan oleh pemegang hak yang bersangkutan. Apa yang dimaksud dengan pemeliharaan data pendaftaran tanah? Yaitu merupakan kegiatan pendaftaran tanah untuk menyesuaikan data fisik dan data yuridis dalam peta pendaftaran, daftar tanah, daftar nama, surat ukur, buku tanah, dan sertifikat dengan perubahan-perubahan yang terjadi kemudian. Pengubahan data fisik tanah ini perlu dilakukan apabila ada pemisahan, pemecahan, atau penggabungan bidang-bidang tanah yang sebelumnya sudah terdaftar.

  1. Penggabungan Tanah

Kedua, ketika tanah bertambah luas dan sertifikat lama akan digabungkan dengan sertifikat baru, maka perlu dilakukan penggabungan bidang tanah. Tanah yang digabungkan menjadi satu sertifikat ini letaknya harus berbatasan atau bersebelahan dan harus terdaftar dengan nama pemilik yang sama. Dalam proses penggabungan tanah ini akan dibuatkan surat ukur, buku tanah, dan sertifikat dengan menghapus surat ukur, buku tanah, dan sertifikat yang sebelumnya sudah ada.

  1. Syarat Penggabungan Tanah

Tentunya ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi ketika akan menggabungkan sebidang tanah yang baru dibeli dengan tanah yang sudah dimiliki sebelumnya. Persyaratan tersebut selanjutnya perlu digunakan untuk diajukan ke Kantor Pertanahan. Adapun syarat mengurus sertifikat tanah dengan penggabungan dua bidang tanah adalah sebagai berikut:

  1. Formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasanya di atas materai cukup;
  2. Surat kuasa apabila dikuasakan;
  3. Fotokopi identitas pemohon (Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga) yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket;
  4. Sertifikat asli.

Selanjutnya, formulir permohonan sendiri harus memuat:

  1. Identitas diri;
  2. Luas, letak, dan penggunaan tanah yang dimohon;
  3. Pernyataan tanah tidak dalam sengketa;
  4. Pernyataan tanah dikuasai secara fisik;
  5. Alasan penggabungan.

Jika berkas tersebut sudah diajukan, lalu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memprosesnya? Perlu Anda ketahui bahwa proses penggabungan sertifikat ini akan memakan waktu selama 15 hari untuk proses penggabungan hingga 5 bidang tanah. Jika penggabungan yang diajukan lebih dari 5 bidang tanah, maka prosesnya pun akan menyesuaikan kembali.

Pengukuran tanah akan dilakukan oleh pihak Badan Pertanahan jika:

  1. Sertifikat belum dilengkapi gambar situasi;
  2. Terjadi perubahan tanda batas.

Itulah cara menggabungkan sertifikat tanah jika beli tanah bersebelahan. Semoga bermanfaat.

 

 

 

sumber : yukbisnisproperti

Mendapatkan Banyak Keuntungan Lewat Investasi Properti

Ada banyak bentuk investasi di dunia ini, salah satunya adalah investasi di bidang properti. Investasi sendiri diartikan sebagai suatu upaya menanam dana atau modal dengan harapan suatu saat akan memperoleh tambahan atau keuntungan. Dalam hal ini, penanaman dana atau modal tersebut diletakkan pada produk properti, seperti rumah/perumahan, ruko, kost, dan lain sebagainya.

Jadi, investasi properti bisa dikatakan jika Anda membeli sebuah produk properti sebagai modal dan menginvestasikannya dengan harapan bahwa beberapa tahun lagi produk properti yang Anda beli tersebut harganya akan lebih mahal dari harga pada saat Anda membeli, maka dari sini Anda akan memperoleh keuntungan.

Lalu, apa saja kelebihan dari investasi properti dibandingkan dengan investasi di bidang lainnya? Nah, ini yang perlu Anda ketahui.

  1. Investasi di bidang properti memiliki nilai tambah (added value). Jika Anda membeli sebuah bangunan di lokasi yang strategis dan akses fasilitasnya baik, maka inilah yang disebut nilai tambah. Dan jika Anda menjualnya, maka harganya pun bisa lebih tinggi dibandingkan bangunan yang terletak di kawasan kurang strategis.
  2. Keuntungan lainnya dari berinvestasi properti adalah harga jual atau harga sewa properti akan terus meningkat tiap tahunnya. Hal ini karena properti akan terus dibutuhkan, tapi ketersediaannya semakin menipis. Jadi, jika Anda membeli sebuah bangunan, maka beberapa tahun lagi Anda menjualnya harganya sudah pasti akan meningkat dari harga belinya.
  3. Dibandingkan dengan investasi emas, deposito, atau investasi lainnya, investasi properti lebih menguntungkan karena merupakan investasi jangka panjang. Artinya dalam waktu 3-5 tahun perkembangan nilainya sudah cukup banyak menghasilkan capital gain (selisih antara harga jual dan harga beli).

Lalu, bagaimana Anda bisa memulai investasi ini? Investasi properti memang bisa dibilang membutuhkan modal yang tidak sedikit, namun keuntungan yang akan didapatkan juga tidak sedikit. Sebenarnya masih banyak lagi keuntungan berinvestasi di properti dan Andalah yang menemukannya bentuk-bentuk keuntungan tersebut dengan segera memulainya. Semoga sukses!

 

 

 

 

Sumber : yukbisnisproperti.org

Jelang Asian Games Harga Properti di Palembang akan Melonjak 15%

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan saat ini tengah sibuk berbenah diri untuk menyambut gelaran akbar Asian Games. Ya, event olahraga antar negara di kawasan Asia ini dijadwalkan akan dilangsungkan di Palembang yang terkenal dengan Sungai Musi-nya dan Jakarta Agustus 2018 mendatang.

Guna menyukseskan acara, Pemprov Sumsel rela menggelontorkan dana sebesar Rp 64 triliun untuk membangun infrastruktur jalan tol Palembang-Indralaya, jembatan Musi IV, jembatan Musi VI hingga Light Rail Transit (LRT).

Selain pembangunan infrastruktur, diperkirakan acara yang diadakan setiap empat tahun sekali tersebut juga dapat memberikan angin segar terhadap industri properti. Menurut Ali Tranghanda Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW), ajang Asian Games diperkirakan akan mendongkrak harga jual properti di Palembang.

“Berkaca kepada pelaksanaan Sea Games di Palembang tahun 2011 lalu, saat itu harga properti di sana melonjak naik, apalagi di event lebih sebesar seperti Asian Games ini,” kata Ali.

Ali memperkirakan menjelang pelaksanaan acara harga properti naik di sana akan mencapai 10% hingga 15% tergantung dari jenis propertinya. Sekedar catatan, berdasarkan informasi dari portal properti global Lamudi  harga lahan di Palembang rata-rata berkisar Rp 5 juta hingga Rp 15 juta per meter persegi, sedangkan untuk kawasan yang relatif murah harganya rata-rata Rp 500 ribu hingga Rp 5 juta per meter.

“Namun yang akan terasa dampaknya adalah sektor hotel dan komersial, kedua jenis properti ini akan mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan,” kata Ali.

Ali mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat mengapa harga properti akan melonjak naik menjelang pelaksanaan Asian Games Palembang, salah satunya karena adanya lonjakan pendatang yang akan masuk ke Palembang.

“Selain itu, faktor pembangunan infrastruktur yang saat ini sedang digalakkan juga dapat memicu peningkatan harga properti di sana ini,” ujar Ali.

Apakah Anda akan mengambil kesempatan investasi properti menguntungkan ini?

Sumber : YBP

Investasi Properti Menguntungkan Dengan Mengikuti Aturan Pemerintah

Mengikuti Aturan Untuk Mendapatkan Laba Maksimal Investasi Properti

Anda perlu membaca dan memahami aturan, regulasi dan undang – undang yang mengatur penggunaan properti dengan tujuan untuk mencari celah sehingga anda terhindar dari kerugian dan mendapatkan keuntungan investasi yang maksimal.

Untuk mendapatkan keuntungan dari properti secara maksimal ada beberapa cara, yaitu anda bisa mengikuti peraturan yang ada, anda merubah aturan jika mampu atau anda temukan pengecualian yang sah menurut hukum.

Terlalu banyak orang yang mencemooh aturan pemerintah. Kenyataannya, aturan-aturan pemerintah inilah yang berlaku ketika orang-orang tersebut melakukan transaksi propertinya. Orang-orang yang tidak puas ini tidak mencari informasi yang detil terlebih dahulu sebelum melakukan investasi.

Anda perlu mempelajari aturan pemerintah, developer atau manajemen properti dan aturan yang berkaitan dengan kontrak perjanjian yang mengatur properti anda. Dengan pengetahuan anda, anda akan mendapatkan keuntungan dari peluang yang tidak dilihat oleh orang lain dan anda dapat menghindari keruwetan yang menjerat orang lain.

Jika anda tidak memahami aturan, anda akan melakukan kesalahan-kesalahan :

1. Kehilangan Keuntungan

Tujuan anda ketika akan merenovasi, mengelola, menyewa atau menjual properti anda adalah memperoleh manfaat dan keuntungan sesuai yang anda harapkan. Namun, tanpa pengetahuan yang detil berdasar aturan yang ada mengenai apa yang “boleh/tidak boleh” terhadap rencana anda, anda dapat kehilangan keuntungan yang ingin anda capai. Ada kemungkinan rencana renovasi atau penggunaan properti anda bertentangan dengan undang – undang yang berlaku saat itu.

Contohnya, saat saya mendapatkan tawaran lahan murah di Kota Jogja yang rencananya akan saya pecah menjadi beberapa kavling siap bangun. Menurut seorang teman, manajer produksi sebuah developer di daerah Sleman, saya harus mendirikan PT dan ijin developer. Karena belum siap, saya pun mundur. Beberapa waktu berlalu, saya baru tahu bahwa aturan tersebut belum berlaku untuk wilayah Kota Jogja saat itu.

2. Kesalahan Membeli

Sebelum membeli, anda perlu pelajari apakah properti tersebut dibangun sesuai dengan aturan yang berlaku. Jika tidak, pemerintah atau pembuat aturan mungkin akan mengharuskan anda melakukan renovasi besar yang berbiaya tinggi agar properti anda sesuai dengan aturan. Bahkan mungkin anda harus merobohkannya.

Seperti pengalaman saya ketika berburu lahan untuk kavling siap bangun di tepi sungai, Lahan tersebut hanya berjarak 1-2 meter dari Kali Code, Jogja. Aturan Garis Sempadan Sungai mengharuskan jarak bangunan dengan tepi sungai minimal 15 meter. Sisa lahan yang ada setelah dikurangi Garis Sempadan Sungai tidak layak untuk dikembangkan menjadi kavling siap bangun. Alhamdulillah saya belum jadi membelinya, kalo tidak, bisa nombok.

3. Kesalahan Peruntukkan atau Fungsi

Peraturan pemanfaatan dan peruntukkan lahan atau tata kota menciptakan pembagian zona wilayah seperti zona pertanian, zona pemukiman, zona industri dan sebagainya.

Terkadang kita menemukan penawaran tanah atau rumah murah di area persawahan yang sejuk, hanya saja karena daerah tersebut termasuk zona pertanian sehingga akan sulit untuk mengurus perijinannya. Atau kita bisa melihat kasus pembangunan vila-vila di kawasan Puncak, Bogor yang notabene sebagai daerah resapan air.

Mungkin sebatas ini dulu yang bisa kita bahas. Semoga bisa memotivasi kita untuk lebih berhati – hati sebelum berinvestasi properti dengan memperhatikan peraturan yang ada demi memperoleh keuntungan investasi yang maksimal. Silakan jika ada yang ingin berbagi pengalaman.